Presiden PKS: Kita Hormati Rencana Koalisi PKB dan Gerindra
Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ahmad Syaikhu, merespons adanya rencana koalisi PKB dengan Partai Gerindra. Menurutnya, pihaknya akan menghormati keputusan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang berkoalisi dengan Partai Gerindra. Sebagaimana diketahui, sebelumnya PKS berencana membangun koalisi Semut Merah bersama PKB.
Ia mengatakan, semakin banyak yang membangun koalisi, maka semakin banyak juga pasangan calon presiden di Pilpres 2024. "Bagian yang harus kita jaga bersama, lebih banyak lagi kandidat yang bisa maju dalam kontestasi pemilu 2024,” ucapnya. Lebih lanjut, Ahmad Syaikhu menyatakan soal rencana koalisi semut merah antara PKS dengan PKB yang otomatis batal.
"Ya otomatis (batal)," imbuhnya. Sebab, menurut Ahmad Syaikhu, PKB pada Agustus mendatang akan mendeklarasikan berkoalisi dengan Partai Gerindra untuk Pilpres 2024. Nantinya, PKS sendiri baru akan memutuskan dengan siapa berkoalisi lewat forum Majelis Syura.
"Nanti akan dibahas lebih lanjut (diputuskan) di majelis syura, ke depan InsyaAllah akan kita laksanakan," jelasnya. Diberitakan , Partai Gerindra dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) diketahui siap melakukan deklarasi berkoalisi di Pilpres 2024. Meski demikian, hingga kini kedua belah pihak belum mengumumkan siapa figur yang akan menjadi pasangan calon presiden dan calon wakil presidennya.
Menanggapi hal itu, Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, menyebut memang Gerindra dan PKB akan mendeklarasikan berkoalisi pada 13 Agustus 2022. "(Soal capres cawapresnya) Nanti tunggu tanggal mainnya kalau itu, soal deklarasi kan," kata Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (27/7/2022). Dasco menambahkan, rencana deklarasi capres tersebut, berbarengan dengan agenda Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Gerindra.
Juru Bicara Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Muhammad Kholid, mengatakan pihaknya kini lebih cenderung dekat ke Partai Demokrat dan Partai Nasdem daripada partai politik lainnya. Meski demikian, Kholid menegaskan, PKS belum memutuskan mengenai koalisi untuk Pemilu 2024. "Saat ini kita akui komunikasi dengan Nasdem dan Demokrat lebih maju daripada komunikasi dengan partai lain," katanya kepada wartawan, Rabu (27/7/2022).
PKS disebut tidak sedang bergabung dengan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB), koalisi Semut Merah, ataupun koalisi bersama Nasdem Demokrat. "Belum ada kata close, dan masih membuka dengan partai lainnya," ucap Kholid. Saat ini, kata Kholid, PKS masih membangun komunikasi dengan partai politik lain, meski sudah lebih dekat dengan Nasdem dan Demokrat.
"PKS ini ibarat mencari jodoh ini sedang di fase ta'aruf, penjajakan," ungkapnya, dilansir . Sekretaris Jenderal PKS, Habib Aboe Bakar Alhabsyi, mengungkapkan partainya akan mendaftarkan diri menjadi peserta pemilu 2024 di hari pertama saat pendaftaran dibuka oleh KPU. Diketahui, proses pendaftaran peserta Pemilu 2024 akan dibuka mulai tanggal 1 Agustus 2022.
“PKS sudah siap mengikuti proses verifikasi yang akan dilakukan oleh KPU dan akan langsung mendaftar sebagai peserta Pemilu 2024 di hari pertama ketika dibuka proses pendaftaran,” kata Habib Aboe, dalam keterangan yang diterima , Kamis (28/7/2022). Habib Aboe menyebut, seluruh jajaran struktur PKS mulai dari tingkat pusat, Provinsi, Kabupaten/ Kota, dan Kecamatan sudah mempersiapkan sejak jauh hari. Bahkan, melakukan proses verifikasi internal dan semuanya sudah siap memenuhi semua persyaratan.
DPP PKS juga sudah melakukan proses verifikasi internal di seluruh Provinsi se Indonesia. Selain itu, pihaknya juga melakukan pengecekan dan verifikasi administrasi hingga ke tingkat Kecamatan. “Oleh karena itu, sudah kami pastikan insya Allah PKS memenuhi seluruh persyaratan dan siap menjadi peserta Pemilu 2024, serta berikhtiar menargetkan perolehan suara signifikan di Pemilu 2024 yang akan datang,” jelas Habib Aboe.
Simak berita lainnya terkait